Kondisi Perekonomian Melambat, Belanja Iklan Televisi Menggeliat



Ketika kondisi perekonomian Indonesia sedang melambat, hal ini nampaknya tidak berlaku bagi para industri untuk tetap memasarkan produk dan jasanya melalui iklan di televisi.
Menariknya belanja iklan yang dilakukan para pelaku ritel online dan e-commerce di televisi juga semakin agresif demi meningkatkan brand awareness.

Berdasarkan data yang dilakukan oleh Adstensity untuk belanja iklan di televisi yang dilakukan ritel online dan e-commerce pada Kuartal I 2015 (Q1) sebesar Rp 199.297 miliar, kemudian pada Kuartal II (Q2) naik menjadi 574.897 miliar dan tembus Rp 777.299 miliar pada Kuartal III (Q3).

Sedangkan berdasarkan data resmi yang dikeluarkan oleh Nielsen Advertising pada Rabu, 18 November 2015. Jumlah keseluruhan belanja iklan pada Q3 2015  pertumbuhannya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya.

Pada Q3 2015 belanja iklan naik sebesar 3% dibanding kuartal yang sama tahun lalu menjadi Rp. 29,1 triliun. Sedangkan pada Q1 2015 sebesar Rp 25,4 triliun dan Q2 sebesar Rp 31,7 triliun. Total keseluruhan belanja iklan sejak Januari- September 2015 menembus Rp 86,2 triliun.

Jika dibandingkan tahun 2014, tahun ini  terjadi penurunan belanja iklan yang signifikan terutama pada kuartal kedua, dari 12% menjadi 6%. Ungkap Nielsen dalam keterangan persnya.

Beberapa hal yang mendorong pertumbuhan belanja iklan menurut Nielsen pada 2015 adalah iklan layanan online yang tumbuh 50% menjadi 2,3 triliun sejak Januari- September 2015. Untuk produk susu tubuh 44% menjadi Rp 2,1 triliun, serta rokok kretek meningkat 30% menjadi 3,3 triliun.

Dari total belanja iklan Rp 86,2 triliun, belanja iklan televisi sepanjang Januari-September 2015 mencapai Rp 62 triliun. Pada periode tersebut iklan di televisi sebagain besar diserap oleh tayangan hiburan (entertainment) dan serial (series) yang masing-masing sebesar 23% dan 22%.

Program hiburan  paling besar berasal dari program Variety Show yang ditayangkan sebanyak 3.664 jam dan program Talkshow yang tayang sebanyak 2.645 jam.

Jika dilihat dari pertumbuhan belanja iklannya, Talent Search dengan durasi total 2.341 jam berhasil meningkatkan nilai belanja iklan hingga 157%. Selanjutnya, diikuti oleh kenaikan belanja iklan di tayangan Game Show yang mencapai 100% dan tayangan musik serta variety show yang masing-masing tumbuh 37%, tayangan talkshow naik 12%, dan tayangan reality show naik 9%.

Sedangkan tayangan dengan penyerapan belanja iklan yang mengalami penurunan adalah program komedi dan kuis yang masing-masing turun 60% dan 45%, Ujar Hellen Katherina, selaku Direktur Media, Nielsen Indonesia.


Kondisi Perekonomian Melambat, Belanja Iklan Televisi Menggeliat Kondisi Perekonomian Melambat, Belanja Iklan Televisi Menggeliat Reviewed by Riza Firli on 19.52.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.