Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label parenting. Tampilkan semua postingan
9 Nov 2015

Awasi Si Kecil Dari Tayangan Televisi



Televisi menjadi media hiburan yang hampir ada disetiap rumah. Dengan menonton TV banyak sekali manfaat yang kita dapat seperti informasi terkini melalui siaran berita, menghilangkan stres dengan menonton acara musik maupun film, hingga mendapatkan banyak pengetahuan dari acara-acara film dokumenter.

Selain memiliki banyak manfaat, siaran TV juga memberikan dampak negatif. Terutama pada tumbuh kembang anak atau remaja karena mereka cendrung mencontoh apa yang dilihatnya. Seperti tayangan sinetron yang memperlihatkan tindak kekerasan, tayangan gossip yang memperbincangkan perceraian , hingga tayangan komedi yang sering melakukan candaan dengan saling mengejek.

Tontonan-tontonan yang kurang bermutu seperti itu, sudah pasti memberikan dampak  negatif pada mental anak. Oleh karena itu orang tua haruslah cermat dalam mengawasi anak ketika menonton siaran TV.

Menonton tayangan TV luar negeri bisa menjadi solusi untuk meminimalisir anak-anak dari pengaruh negatif acara TV lokal.  Untuk mendapatkan siaran TV luar negeri, saat ini sudah banyak pilihan TV berlangganan yang bisa kamu pilih, Nexmedia salah satunya.

Nexmedia merupakan operator TV berlangganan persembahan Grup Emtek yang sangat berbeda dari TV berlangganan lainnya.  Karena Nexmedia menggunakan teknologi terkini sehingga dapat dinikmati siarannya tanpa menggunakan antena parabola, cukup menggunakan antena biasa.
Sebagai hiburan yang sangat praktis, Nexmedia mudah dibawa kemana-mana bahkan untuk dipindahkan dari rumah kerumah. TV berlangganan ini memiliki chanel yang beragam mulai dari chanel anak-anak, olahraga, drama, film, musik hingga berita terkini.

Khusus bagi kamu pengguna kartu kredit BCA nikmati harga spesial untuk berlangganan Nexmedia mulai dari Rp 99 ribu – Rp 149 ribu. Berlaku untuk pelanggan baru Jabodetabek hingga 31 Desember 2015.


riza firli /smart-money.co/ Nov '15
19 Mei 2015

Tak Perlu Khawatir Jika Anak Tidak Bisa Matematika, Ini Pelajaran yang Lebih Penting!



Pelajaran Matematika merupakan pelajaran yang sering disegani bahkan menjadi pelajaran yang ditakuti bagi sebagian anak di sekolah. Hal ini dikarenakan berbagai faktor mulai dari guru yang galak, cara belajar matematika yang kurang menyenangkan, atau bisa juga karena anggapan kalau pelajaran matematika merupakan pelajaran yang sulit.

Bahkan seorang guru di Australia pernah berkata “Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai MATEMATIKA. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai MENGANTRI” hal ini dikatakan bukan tanpa alasan. Sebab hanya perlu waktu tiga bulan secara intensif untuk melatih anak untuk bisa matematika, sedangkan dibutuhkan waktu 12 tahun untuk melatih anak agar mereka bisa mengantri dengan baik.

Banyaknya pelajaran matematika yang siswa-siswi pelajari di sekolah, pada akhirnya hanya sedikit yang digunakan dalam dunia profesi. Kecuali seperti penambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Selebihnya rumus-rumus sulit yang mereka hafalkan hanya terpakai pada profesi-profesi tertentu.

Dan yang lebih penting semua siswa-siswi membutuhkan etika moral dan mendapat pelajaran berharga dari budaya mengantri pada kehudupan mereka kelak. Seperti sang anak dapat belajar mengatur waktu dimana jika ingin mendapatkan antrian paling depan mereka harus datang lebih awal.

Mengantri juga melatih kesabaran karena mereka harus menunggu giliran apabila mengantri paling belakang, membuat anak belajar menghormti hak orang lain yang datang lebih awal, ada unsur kedisiplinan karena tidak boleh menyerobot antrian orang lain.

Dalam antrian yang panjang anak belajar kreatif dalam mengatasi rasa bosan,sperti membaca buku, mendengarkan musik atau berkomunikasi dengan orang sekitar. Anak juga belajar untuk tabah dalam menjalani segala proses yang ingin dicapai, sehingga mereka tidak akan menggunakan cara-cara instant bahkan cara-cara yang tidak sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku.

Riza Firli / Lintas.Me/ 20 Apr 2015