Perjuangan Henri Honoris Membawa 7-Eleven ke Indonesia


Sejak dunia digital kian berkembang beberapa tahun terakhir, banyak orang kian enggan mencetak fotonya. Terlebih, sejak tren penggunaan sosial media, orang-orang lebih senang mengirim dan mengunggah foto di internet, daripada menyimpan dalam bentuk fisik.

Perubahan dari fotografi analog menjadi fotografi digital menyebabkan satu persatu bisnis gerai cuci cetak Fuji Film di beberapa kota di Indonesia tutup. Namun, kebangkrutan Fuji Film membuat Hendri Honoris melakukan inovasi.

Ia membuat inovasi setelah melihat peluang dari kebiasaan orang Indonesia yang sering nongkrong. Berbekal pengalaman bisnis ritel dari sang ayah, Sungkono Honoris, yang merupakan pemilik PT Modern International Tbk (distributor Fuji Film di Indonesia), Hendri mantap membuka gerai 7-Eleven, gerai asal Amerika yang memadukan konsep supermarket dan cafe 24 jam.

Mendapat hak waralaba 7-Eleven bukanlah hal mudah. Henri terus mencoba mengirim proposal, melakukan pendekatan langsung ke Dallas, Amerika, yang merupakan kantor pusat 7-Eleven.
Namun, upayanya tak kunjung membuahkan hasil karena Indonesia tak teralu dilirik seperti sekarang. Setelah mendapat banyak penolakan dan hampir patah arang, Henri akhirnya mendapat izin mendirikan 7-Eleven di Indonesia, yang kini dikeola PT Modern Putra Indonesia.

Proses panjang mendapatkan waralaba 7-Eleven dilalui Henri, dari wawancara hingga terjun langsung di salah satu gerai di Amerika untuk memberishkan toilet, mengepel lantai, membuat roti isi dan melayani para pelanggan secara langsung.

Dalam pelatihan di Amerika, Henri banyak belajar melayani konsumen dengan mendengarkan. Tak heran, bila "mendengarkan" menjadi strategi 7-Eleven di Indonesia sejak akhir 2009.

Layanan internet gratis, tempat nyaman serta harga terjangkau menjadi andalan 7-Eleven. Hasilnya, 7-Eleven tak pernah sepi dari pelanggannya yang mayoritas anak muda.
Bahkan, kini 7-Eleven berekspansi ke beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Balikpapan, Makassar, Palembang dan Medan. Metode pembayaran di gerai 7-Eleven juga praktis, baik uang tunai maupun uang digital seperti kartu Flazz dari PT Bank Central Asia Tbk. (BCA).

Selain kartu Flazz, 7-Eleven juga menerima pemabayaran dengan kartu debit BCA. Menariknya, pembayaran dengan debit BCA di gerai-gerai 7-Eleven tidak memiliki syarat pembelanjaan minimum seperti  yang sering terjadi di merchant lain.
Perjuangan Henri Honoris Membawa 7-Eleven ke Indonesia Perjuangan Henri Honoris Membawa 7-Eleven ke Indonesia Reviewed by Riza Firli on 20.26.00 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.